THE MORAL SYSTEM OF ISLAM
18:16
Posted by Rich in the future
THE MORAL SYSTEM OF ISLAM
Islam has laid down for humanity universal fundamental rights that are to be observed and respected under all circumstances. So that these rights can be realized in one's daily and social life, Islam provides both legal safeguards and a very effective moral system In beef, whatever improves the well-being of an individual or a society is morally good, and whatever harms this well-being is morally bad.
Islam attaches so much importance to one s love of God and love of fellow human beings that it discourages excessive formalism. We read in the Qur'an:
Islam attaches so much importance to one s love of God and love of fellow human beings that it discourages excessive formalism. We read in the Qur'an:
LIFE AFTER DEATH
18:16
Posted by Rich in the future
LIFE AFTER DEATH
The question of whether there is a life after death is not an issue of scientific concern, for science only deals with the classification and analysis of sense data. While man has been conducting scientific inquiries and research, in the modern sense of the term, for only the last few centuries, he has been familiar with the concept of life after death since time immemorial.
All of the prophets sent by God for the benefit of humanity called upon their people to worship God and to believe in life after death. They laid so much emphasis on this last belief that even a slight doubt about its reality was considered a sign of denying both God and all other beliefs. The very fact that they have dealt with this metaphysical question of life after death so confidently and so uniformly, despite the fact that they appeared over thousands of years and in different
18:10
Posted by Rich in the future
PROPHETHOOD IN ISLAM
The concept of prophethood is found in the three great monotheistic religions of Christianity, Judaism, and Islam. In Islam, however, it has a special status and significance.
According to Islam, Allah created man to worship Him and to lead a virtuous life based on His teachings and guidance. But how can man know and fulfill his role and the purpose of his existence if he does not receive clear and practical instructions of what Allah wants him to do? The existence of prophethood, by which Allah sent a prophet to every nation to reveal His message in terms that the people could understand, has answered this question most effectively
One might ask: How were the prophets chosen and which individuals were so honored?
According to Islam, Allah created man to worship Him and to lead a virtuous life based on His teachings and guidance. But how can man know and fulfill his role and the purpose of his existence if he does not receive clear and practical instructions of what Allah wants him to do? The existence of prophethood, by which Allah sent a prophet to every nation to reveal His message in terms that the people could understand, has answered this question most effectively
One might ask: How were the prophets chosen and which individuals were so honored?
WHAT THEY SAY ABOUT THE QURAN
18:03
Posted by Rich in the future
WHAT THEY SAY ABOUT THE QURAN
Humanity has received divine guidance through two channels: the word of Allah and the prophets who were chosen by Him to communicate His will to humanity These channels have always functioned together, and if one is ignored or neglected, the will of Allah cannot be known with any degree of accuracy. The Hindus neglected their prophets and focused all of their attention on their books, which proved to be only word puzzles that eventually were no longer understood by the people. Similarly the Christians, disregarding the Bible, attached importance only to the person of Jesus Christ and eventually deified him,. This resulted in the loss of the very essence of tawhid (monotheism) contained in the Bible.
17:49
Posted by Rich in the future
Keajaiban Matematis Al-Quran
Quran ditandai oleh suatu perwujudan unik yang tidak pernah ditemukan di dalam buku karangan manusia manapun. Tiap-Tiap elemen Quran tersusun secara matematis baik surat-suratnya, ayat, kata-kata, banyaknya surat tertentu, banyaknya kata-kata dari akar yang sama, variasi dan nomor; jumlah dari nama ilahi, ejaan yang unik dari kata-kata tertentu, ketidakhadiran atau perubahan yang sengaja dari surat tertentu di dalam kata-kata tertentu, dan banyak unsur-unsur yang lain (menyangkut) Quran di samping isi nya.Ada dua segi utama (menyangkut) mathematical sistem Quran:
Sejarah Dajjal Dari Nabi Musa Hingga Turunnya Nabi Isa
06:37
Posted by Rich in the future
Sejarah Dajjal Dari Nabi Musa Hingga Turunnya Nabi Isa
Menurut Dr. Isa Daud (Kemunculan Dajjal di Segi Tiga Bermuda, 2000), Dajjal lahir 100 tahun sebelum kelahiran Nabi Musa as. Ia terlahir dengan nama Musa. Kata ini diambil dari bahasa Mesir, yang artinya terapung. Karena memang Dajjal pada masa kecilnya terapung di atas air karena bencana tsunami di negeri Samirah, Palestina. Nama lengkap Dajjal adalah Musa Samiri, yang artinya, Musa dari negeri Samirah. Jadi ada dua musa yang popular di kalangan Bani Israil, yaitu Musa bin Imron, yang kelak menjadi Rasul dan Musa Samiri, yang merupakan cikal bakal Dajjal dan utusan Iblis laknatullah.
Dajjal terlahir dari keluarga penyembah patung sapi. Yang dalam Qur’an disebut Ijlu (anak sapi). Dajjal terlahir dari perkawinan sedarah. Dampak dari perkawinan ini, menjadikan Dajjal menjadi manusia cacat. Dengan mata buta sebelah.
Sejak kelahirannya, Dajjal tidak mau menyusui dan senantiasa tertidur. Hingga mengakibatkan payudara ibunya mengalami pembengkakan hebat dan menimbulkan panas yang luar biasa. Dua bulan kemudian ibunya meninggal. Pada saat itulah di negeri Samirah gempa di dasar laut yang menimbulkan tsunami yang sangat hebat. Seluruh negeri itu hancur dilibas banjir. Nyaris penduduk pulau itu tak ada yang tersisa.
Atas bencana ini, Allah mengutus Jibril untuk menyelamatkan bayi Samiri, biang Dajjal itu. Ia pun diselamatkan Jibril ketika terapung di atas laut dan diselamatkan ke dalam sebuah gua. Di dalam gua ditengah pulau terpencil itulah, Samiri dirorok oleh Malaikat Jibril. Menurut riwayat, Samiri diberi air susu dari surga yang keluar dari jempol Malaikat Jbril. Begitulah hari-hari Samiri dibesarkan dalamasuhan raja malaikat: JIbril as.
Banyak pengetahuan yang didapat Samiri dari Jibril, meski bukan dalam kata-kata. Di ntara pengetahuannya adalah: setiap benda yang disentuh oleh Jibril bisa hidup. Seolah-olah ada ruhnya. Karenaya Jibril diberi gelar Ruhul Qudus atau Ruhul Amin. Konon ketika Nabi Isa menghidupkan orang-orang mati di hadapan Bani Israil, Jibrillah yang membantunya, dengan cara menempelkan sayapnya di atas kuburan-kuburan. Pengetahuan inilah yang kelak menyesatkan Bani Israil, menjadi penyembah patung anak sapi dari emas, ketika Nabi Musa bersemedi di Gunung Thursina selama 40 hari. Kisah ini dengan sangat panjang lebar dimuat dalam Qur’an Surat Thaha.
Pada usia muda remaja, keluarlah Samiri dari persembuyiannya. Sejak itu Samiri punya cita-cita aneh. Ia bercita-cita ingin menjadi tuhan. Dan agar manusia menyembahnya. Ini dikarenakan Samiri punya keistimewaan-keistimewaan, berkat pergaulannya dengan Malaikat Jibril. Di samping itu, Samiri punya kelebihan dari Allah berupa kecakapan luar biasa dan kesehatan. Diriwayatkan, Dajjal tidak pernah tua dan pikun. Setiap mencapai usia 100 tahun akan menjadi muda kembali. Itulah antara lain kelebihan Allah yang diberikan kepada Dajjal Samiri. Maka dalam perjalanannya yang pertama ini, Dajjal berinisiatif untuk mendatangi guru-guru sihir ternama dan berguru kepadanya. Diantara guru ternama itu seorang penyihir dari Yaman. Tentu saja setelah mengunjungi dan menjajal master-master sihir di Mesir, yangmemang pada waktu itu profesi sihir banyak dimanfaatkan oleh para Fir’aun. Akhirnya Samiri berhasil mengalahkan guru-urunya dalam ilmu sihir. Dengan dasar inilah, hingga kini, Dajjal sebagai master sihir tiada duanya di seluruh dunia di samping penguasaannya pada teknologi.
Dalam perjalanannya, Dajjal selalu datang pada setiap masa kenabian untuk menyesatkan umat manusia. Pertama kali ia pernah menyesatkan Bani Israil dari penyembahan kepada Allah kepada patung sapi dari emas. Sungguh suatu prestasi yang mengagumkan. Disebut mengagumkan karena pada waktu itu ada Nabi Harun sebagai pembimbing ruhani di tengah-tengah mereka. Dan yang jelas Musa masih hidup. Hanya saja sedang bermeditasi di Bukit Tursina.
Pada zaman Nabi Isa ia pun datang. Namun diusir oleh Nabi Isa. Namun berhasil menyesatkan umat, setelah kematian Nabi Isa pada usia 33 tahun. Penyesatan Samiri selalu masalah akidah. Bani Israil setelah Nabi Isa mayoritas tidak lagi menyembah Allah Yang Esa, melainkan lahir konsep tiga tuhan (trinitas); penebusan dosa; peniadaan tradisi khitan bagi laki-laki; menghalalkan babi dan riba dan perbuatan-perbuatan bid’ah lainnya. Samiri menyebarkan gagasannya ini melalui murid kesayangannya yang bernama Paulus (Saul), yang kemudian mengaku dirinya sebagai rasul. Dalam sejarahnya Saul merupakan musuh Nabi Isa. Sama seperti Samiri, Saul dilahirkan dan hidup ditengah-tengah keluarga Yahudi yang doyan menyembah anak sapi. Disamping itu juga, Saul hidup sebagai seorang filosuf pagan yang memadukan antara filsafat Yunani dan ajaran Yahhudi. Kelak Saul tidak hanya mensintesakan dua ajaran itu tapi lebih jauh membuat sintesa dengan ajaran-ajaran di Timur Dekat dan wilayah Bulan Sabit Yang Subur. Tidak hanya itu Saul juga membuat gereja-gereja di seluruh dunia. Inilah cikal bakal Katolikisme (Katolik secara harfiah artinya dunia).
Pada zaman Rasulullah SAW pun, Samiri mendatangi dan hidup dengan para sahabat. Ia memiliki nama samara: Dihyatul Kalbi. Umar Bin Khottob bermaksud membunuhnya. Namun Rasulullah melarangnya. Sama seperti nabi-nabi terdahulu (Musa dan Isa) selalu membiarkannya.
Karena dibiarkan hidup, Samiri leluasa bergerak menyesatkan umat. Sekte-sekte sesat dalam Islam dan nabi palsu pasti tidak luput dari proyek Samiri: Sang Dajjal. Ribuan hadist palsu yang dibikin oleh orang-orang Yahudi dan orang muslim munafik, pasti mendapat sentuhan dari tangan Samiri.
Zaman modern. Peluang Dajjal untuk menyesatkan manusia secara massal semakin terbuka. Pasca revolusi Prancis merupakan zaman baru bagi Dajjal. Humanisme, yang intinya adalah anti tuhan dan sebagai gantinya, manusialah yang dijadikan tuhan. Gagasan humanisme persis seperti misi Dajjal. Untuk melancarkan programnya, Dajjal memilih orang terpilih dari kalangan yang berdarah Yahudi. Atau dari Nasrani tapi masih berdarah Yahudi. Atau dari luar ras Yahudi tapi sudah ter-Yahudikan, Adam Waisput, yang mengobarkan kembali jaringan Masonik di seluruh dunia.
Dajjal berhasil mendidik putra-putra Yahudi sebagai ras terbaiknya. Putra-putra Yahudi itu antara lain Renan, yang merupakan kawan dari Muhammad Abduh, Jendral Meji dari Jepang, Auguste Comte, Perancis dan dua orang dari keluarga rahib Yahudi tulen: Karl Marx dan Sigmund Freud. Tak ketinggalan seorang pendeta Nasrani yang murtad menjdi ateis; Frederick Neitze. Kesemua gagasan orang-orang itu semuanya sama: ateis. Dan menjadikan manusia sebagai tuhan bagi dirinya sendiri.
Pada abad 19 agama masehi di Eropa nyaris sekarat. Ia mendapat gempuran hebat – terutama dari ketiga pemikir Yahudi itu – yaitu dari Karl Marx, Freud dan Comte. Kesimpulannya sama: agama itu ilusi. Agama itu bohong. Agama merusak dan menghinakan manusia. Marx berpendapat, agama merupakan candu masyarakat. Agama tidak lebih dari bayang-bayang dunia materi. Jadi yang sebenarnya ada adalah materi. Agama itu bayang-bayang. Dan karenanya sebenarnya agama bikinan manusia sendiri, bukan berasal dari tuhan. Freud, mendefinisikan agama lebih jijik lagi. Agama, katanya tidak lebih dari nafsu birahi yang tertahan, yang tidak tersalurkan secara bebas. Dan Comte, memandang agama sebagai tahap primitive dari pemikiran manusia. Karena tahap primitive manusia sudah terlewati, agama tak dibutuhkan lagi.
Dua orang pertama, Freud dan Comte sangat kuat pengaruhnya pada dunia ilmiah. Sehingga pengetahuan ilmiah menjadi kehilangan aroma spiritualnya. Pengetahuan ilmiah yang meniadakan dunia ruhani. Tak ada dunia kecuali dunia sekarang ini: dunia materi. Sedang Karl Marx kuat pengaruhnya pada dunia politik. Karena Marx- lah komunisme diformulasikan dan tersebar ke seluruh alam. Baik pengetahuan ilmiah atau pun Komunisme, sama –sama ateis dan menuhankan manusia sebagai pengganti Allah. Inilah antara lain keberhasilan Dajjal dalam bidang sains dan politik abad ke 20. Dajjal semakin mondial. Kapitalisme merupakan perangkap Dajjal paling efektif. Manusa dibuat sedemikian rupa untuk menuhankan benda di samping manusia. Amerika disinyalir menjadi sarang Dajjal pada abad ini. Setelah Perang Dunia ke-2, pertarungan dunia dimenangkan oleh Amerika. Dajjal dan pasukan rahib-rahib Yahudi mengendalikan Amerika dan sekutunya. Setempel Dajjal ada dalam mata uang dollar Amerika. Bintang Daud memenuhi simbol-simbol instansi dari milter sampai hiburan. Teelvisi pun menjadi sarana efektif kampanye Dajjal dan Yahudi.
Demikianlah, Dajjal dan Yahudi untuk sementara ini berda dalam puncak kemenangan. Tak satu sektor pun yang tak tersentuh oleh Dajjal. Sampai-sampai Amerika pun mereka ganti dengan nama Dajjal: Samiri. Kemudian disingkat Sam, merupakan kependekan dari Samiri. Mereka ingin disebut Uncle Sum. Dalam simbolnya Uncle Sam digambarkan seseorang yang berseragam rahib Yahudi: menggunakan tudung laken, berjenggot dan berkumis tebal serta mengenakan setelan jas dan dasi. Persis seragam rahib Yahudi.
Namun di balik itu, kekuatan muslim yang sejati, yang mendasarkan pada iman, mulai tumbuh dan berkembang. Orang-orang Islam dari berbagai kalangan mulai bergairah mengamalkan agama. Mesjid-mesjid sedikit-demi sedikit mulai dipenuhi jamaah. Shalat berjamaah, yang merupakan amalan paling ditakuti oleh Dajjal dan Yahudi mulai marak dilaksanakan di masjid-masjid. Orang-orang mulai tertarik kepada amalan Sunnah Rasulullah, dari mulai ibadah, mua’amalah, mua’syarah sampai pada pengobatan. Amalan sunnah ini salah satu amalan yang paling ditakuti oleh kaum kufar setelah dakwah dan shalat berjamaah.
Subscribe to:
Posts (Atom)